Selasa, 04 Januari 2011

Mimpi dan cita-cita

Apa yg kita cari belum tentu kita dapatkan,biarlah datang dengan sendirinya...

Kata-kata ini datangnya dari seseorang yang kukagumi, membuatku terinspirasi. Sudah beberapa waktu ini ingin sekali menulis catatan tentang mimpi dan cita-cita namun belum menemukan pendahuluan yang pas sampai pagi ini aku membaca kata-kata ini di suatu tempat.

Itu betul bahwa apa yang kita cari-cari belum tentu kita dapatkan, namun terkadang sesuatu hal yang baik mendatangi kita tanpa kita sadari. Kita semuanya memiliki mimpi dan kenyataan hidup yang terkadang amat sangat jauh berbeda. (backsoundnya *when you believe – Mariah Carey & Whitney Houston*). Namun, teman, jangan pernah berhenti berusaha dan mencoba segala kesempatan yang ada “who knows what miracle you can achieve”

Hampir patah semangat aku berharap agar cita-cita itu menjadi nyata, setiap hari berupaya dan berdoa seperti tidak ada tanda-tanda akan dikabulkan keinginan itu, namun aku tetap bersemangat. Membaca cerita-cerita pembangkit inspirasi di beberapa catatan dan blog milik teman-teman, membuat aku sadar akan beberapa hal.

1. Apa yang kita cari tidaklah benar-benar datang dengan sendirinya.

Kita harus memantaskan diri untuk mendapatkannya. Misalnya saja kelulusan di sekolah, kita tidak akan lulus dengan nilai yang baik tanpa kita berusaha untuk memantaskan mendapatkan nilai yang baik. Jadi ingat iklan multivitamin, “kalau pingin pintar, makanya belajar” secara logika bila kita belajar maka kita akan mengetahui tentang banyak hal dan hal itulah yang nanti akan keluar dalam ujian.

2. Kegagalan itu adalah sukses yang tertunda.

Thomas Alfa Edison sebelum berhasil menemukan cara membuat lampu neon telah mengalami ribuan kali kegagalan sampai akhirnya berhasil menemukan cara membuat lampu neon.

3. Jangan lakukan cara yang sama yang terbukti telah gagal.

Seekor lalat yang terperangkap dalam sebuah gelas yang ditutup akan terus menerus menabrakkan dirinya ke kaca. Lalat itu tidak pantang menyerah, tirulah sifat lalat yang tidak pantang menyerah ini. Hanya saja lalat itu selalu melakukannya dengan cara yang sama, cobalah cara yang lain.

4. Lakukan uji coba.

Dengan melakukan uji coba kita akan semakin memahami kelebihan dan kekurangan kita, memahami lawan. Pada akhirnya kita akan mendapatkan metode yang pas untuk menghadapinya dan memenangkannya.

5. Berusahalah lebih giat.

Dalam setiap pertarunganku (ujian-ujian) aku selalu berusaha untuk belajar lebih giat. Kalau misalnya pertarungan yang lalu aku tidak menguasai tentang sesuatu, maka aku akan berusaha menguasainya sehingga pertarungan kedepan aku akan lebih mantap menghadapinya.

6. Temukan motivasi.

Pernah suatu hari aku menyerah pada nasib. Aku tak punya apa-apa dan tak ingin apa-apa bahkan tak ingin hidup. Tak lagi mempunyai motivasi itu amat mengerikan, bagaikan zombie di serial resident evil. Temukanlah motivasi itu dari alam, alam akan menuntunmu pada Tuhan. Kali ini aku benar-benar mengalaminya sendiri. Duduk diatas genteng sambil merenung dan menangis. Yang kutemukan adalah langit masih biru, daun-daun hijau, bahkan aku juga melihat kebun cabe-ku dari kejauhan. Tuhan pasti amat menyayangi kita dengan memberi kita udara yang gratis. Setiap orang pasti mempunyai tugasnya masing-masing (sebagai kalifah) di muka bumi ini, maka kucari apa itu tugasku.

7. Bersusah-susah dahulu, senang kemudian.

Bahagia itu tidak datang sendirian, bahagia itu datang bersama kepedihan. Perbedaan antara susah dan senang itulah yang membuat kita bahagia. Dan kebahagiaan itu datang tepat pada waktu yang paling indah yaitu setelah kita sudah mengerahkan segala kemampuan kita untuk mencapainya.

8. Didunia ini tidak ada yang tidak mungkin untuk Tuhan.

Maka itu, jangan pernah mengubur mimpi-mimpi indahmu. Bermohonlah pada Tuhan.

Setelah melewati cinta Tuhan yang begitu murni, inilah hasilnya : kebahagiaanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar